Benarkah Tuhan Tidak Bermain Dadu?

July 26, 2024 — in Sains dan Technology

Image

“God Does Not Play Dice With The Universe” — Albert Einstein

Sudahkah Anda pernah mendengar tentang pernyataan terkenal Albert Einstein mengenai Tuhan tidak bermain dadu? Namun, apa yang sebenarnya terjadi di balik perdebatan ini?

Pernyataan ini tidak muncul begitu saja. Semuanya bermula dari perdebatan Einstein tentang interpretasi Quantum dan prinsip ketidakpastian Heisenberg.

Pada tahun 1927, terjadi pertemuan ilmiah yang sangat penting, yang dikenal sebagai Konferensi Solvay. Para ilmuwan terkemuka seperti Albert Einstein, Niels Bohr, dan Werner Heisenberg berkumpul untuk membahas teori kuantum dan dampaknya terhadap pemahaman kita tentang alam semesta.

Konferensi Solvay

Konferensi Solvay

Pertemuan ini menjadi terkenal karena perdebatan sengit antara Einstein dan Bohr mengenai interpretasi fisika kuantum. Einstein, yang tidak puas dengan konsep probabilitas dalam teori kuantum, menegaskan bahwa ‘Tuhan tidak bermain dadu’, sementara Bohr mempertahankan pendekatan probabilistiknya.

Salah satu konsep utama yang dibahas dalam pertemuan itu adalah prinsip ketidakpastian Heisenberg. Prinsip ini menyatakan bahwa kita tidak dapat secara simultan mengetahui posisi dan momentum suatu partikel subatom dengan presisi yang mutlak. Ini mengubah pandangan kita tentang alam semesta menjadi sesuatu yang tidak dapat diprediksi sepenuhnya.

Image

Rumus prinsip ketidakpastian Jika kita melihat rumus prinsip ketidakpastian, kita akan melihat bahwa semakin kita mencoba untuk mengukur posisi partikel dengan presisi yang tinggi, semakin besar ketidakpastian dalam momentumnya, dan sebaliknya. Ini membawa kita pada pemahaman bahwa ada batasan fundamental dalam kemampuan kita untuk memahami alam kuantum.

Konsep superposisi adalah konsep lain yang menarik dalam fisika kuantum. Ini menyatakan bahwa partikel subatom dapat berada dalam dua keadaan yang berbeda secara bersamaan hingga diobservasi. Ini berarti bahwa partikel bisa ‘di sini’ dan ‘di sana’ pada saat yang sama, mengubah pandangan kita tentang realitas.

Einstein dan rekannya, Podolski dan Rosen, mencoba menantang interpretasi probabilistik fisika kuantum dengan eksperimen pemikiran mereka yang terkenal yaitu EPR Paradox (Paradoks Einstein-Podolsky-Rosen ) . Namun, hasilnya malah menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan yang tak terbayangkan antara partikel terpisah, yang kemudian menjadi dasar bagi konsep entanglement.

Einstein dan kawan-kawan ingin menunjukkan bahwa prinsip ketidakpastian akan mengarah pada konsekuensi paradoks yang menantang logika klasik. Namun, paradoks tersebut justru menjadi bumerang bagi mereka, karena kenyataannya adalah bahwa dua partikel yang terhubung secara kuantum tetap saling mempengaruhi satu sama lain, bahkan jika terpisah oleh jarak yang sangat jauh.

Ini membawa kita pada konsep interpretasi multiverse atau realitas banyak dunia. Konsep ini mengusulkan bahwa setiap kali terjadi superposisi dalam fisika kuantum, alam semesta membelah menjadi banyak cabang paralel, masing-masing merepresentasikan satu hasil dari superposisi tersebut.

Inilah mengapa fisika kuantum tetap menjadi subjek yang menarik dan penting bagi para ilmuwan dan pemikir di seluruh dunia. Dengan semakin dalam kita memahami prinsip-prinsip ini, semakin dekat kita dengan memahami misteri yang tersembunyi di balik alam semesta.

Referensi : [1] Wikipedia, “Konferensi Solvay”, Wikipedia, 2023. [Online]. Available : https://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Solvay. [Accessed : Apr, 29, 2023]. [2] Wikipedia, “Paradoks EPR”, Wikipedia, 2023. [Online]. Available : https://id.wikipedia.org/wiki/Paradoks_EPR. [Accessed : Apr, 29, 2023]. [3] M.A.Y Ahsan, Tuhan Tidak Bermain Dadu Realitas Metafsik Alam Kuantum. Indramayu : CV. Adanu Abimata, 2023