December 12, 2024 — in Pribadi
Belasan tahun hidup di dunia, semalam saya tiba-tiba terpikir untuk membeli cake in a cup. Suasana selepas pulang kantor mulai sepi, membuat saya ingin merayakan momen kecil dengan sesuatu yang sederhana. Ketika membuka kue dalam cup, saya menyalakan lilin kecil di atasnya. Bukan untuk dimakan langsung, lilin itu hampir habis karena saya lebih asyik merokok sambil melihat linimasa akun pribadi. Usia saya kini genap 17 tahun masih terbilang sangat muda bukan?. Seiring bertambahnya usia, saya mulai melihat kembali perjalanan hidup saya. Ada begitu banyak hal yang telah saya alami, banyak pelajaran yang saya dapatkan, dan milestone penting yang membuat saya bersyukur. Perjalanan ini memang baru dimulai, tapi setiap langkah kecil terasa begitu berarti.
Salah satu momen yang mengawali perjalanan penting saya adalah saat memulai sekolah di SMA Negeri 1 Jalaksana. SMA ini menjadi tempat saya mengasah banyak hal, tidak hanya akademik tetapi juga pengalaman sosial dan organisasi. Di sini, saya bertemu dengan teman-teman yang memiliki mimpi besar, dan bersama mereka, saya belajar untuk bermimpi lebih tinggi. SMA Negeri 1 Jalaksana juga menjadi tempat pertama saya menyadari bahwa setiap pengalaman, sekecil apa pun, bisa mengubah cara pandang kita tentang hidup.
Di tahun kedua SMA, saya mendapat kepercayaan untuk menjadi sekretaris Dewan Ambalan Pramuka. Ini bukan sekadar posisi organisasi, tetapi sebuah tanggung jawab yang mengajarkan saya untuk disiplin dan bekerja sama dalam tim. Saya belajar mengatur administrasi, menyusun program kegiatan, dan memastikan semua anggota memiliki peran dalam mencapai tujuan bersama. Melalui pengalaman ini, saya merasakan bagaimana menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.
Selain aktif dalam organisasi, dunia teknologi mulai menarik perhatian saya sejak SMA. Awalnya, itu hanya berupa rasa penasaran—mencoba membuat program sederhana atau membongkar komputer untuk melihat bagaimana semuanya bekerja. Ketertarikan ini tumbuh menjadi sesuatu yang lebih serius saat saya bergabung dengan ekstrakurikuler informatika di sekolah. Di sana, saya tidak hanya belajar dasar-dasar pemrograman tetapi juga mulai menyadari betapa luasnya dunia teknologi.
Pengalaman lain yang tak kalah berkesan adalah saat saya berpartisipasi dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang Kimia. Meskipun tidak berhasil membawa pulang medali, perjalanan ini adalah salah satu pelajaran terbesar tentang kerja keras dan semangat kompetitif. Saya menghabiskan waktu berjam-jam mempelajari materi, bereksperimen di laboratorium, dan berdiskusi dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama. Kekalahan di OSN bukan akhir, tetapi menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang.
Salah satu titik balik terbesar dalam hidup saya terjadi di usia 16 tahun. Apa yang dimulai sebagai hobi sederhana di bidang coding, akhirnya membawa saya ke dunia profesional. Saat itu, saya mencoba mengerjakan beberapa proyek kecil, mulai dari membuat website hingga aplikasi sederhana. Dari proyek-proyek tersebut, saya mendapatkan kepercayaan untuk bekerja sebagai Software Developer. Rasanya luar biasa melihat sesuatu yang saya lakukan sebagai hobi berubah menjadi pekerjaan nyata. Dunia coding mengajarkan saya banyak hal, termasuk bagaimana menyelesaikan masalah dengan cara kreatif dan bekerja di bawah tekanan.
Selain bekerja, saya juga tetap mencoba mengembangkan keterampilan melalui proyek-proyek pribadi. Salah satunya adalah membuat website portfolio yang tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan karya saya tetapi juga mencerminkan perjalanan saya di dunia teknologi. Melalui proyek ini, saya belajar bahwa usaha kecil yang dilakukan dengan konsisten bisa menghasilkan sesuatu yang besar.
Ketertarikan saya pada teknologi tidak hanya terbatas pada coding. Saya juga bergabung dengan beberapa komunitas teknologi, tempat saya bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Dari mereka, saya belajar tentang inovasi, berbagi ide, dan pentingnya kolaborasi. Berada di lingkungan ini membuat saya merasa bahwa saya tidak sendiri dalam perjalanan ini, bahwa ada banyak orang yang memiliki mimpi serupa.
Tidak hanya fokus pada dunia teknologi, pengalaman berorganisasi di sekolah juga memberikan warna lain dalam hidup saya. Saya bergabung dengan OSIS, klub bahasa Inggris, dan beberapa organisasi lainnya. Semua itu memberi saya pengalaman berbeda tentang bagaimana mengatur waktu, membangun komunikasi, dan memahami orang lain. Saya menyadari bahwa setiap organisasi adalah ruang belajar yang mengajarkan hal-hal yang tidak bisa kita dapatkan di ruang kelas.
Akhirnya, malam ulang tahun yang sederhana ini menjadi penutup dari refleksi panjang saya. Setelah lilin kecil itu habis, saya turun ke jalanan Bandung yang masih ramai dengan suara klakson dan knalpot. Di sana, saya melihat sekumpulan orang berkendara dengan membawa banner besar. Pemandangan itu membuat saya tersenyum kecil, mengingatkan bahwa dunia ini selalu penuh cerita, sama seperti perjalanan hidup saya.
Di usia 17 tahun ini, saya berharap bisa terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar saya. Terima kasih kepada teman-teman yang telah memberikan ucapan selamat dan doa baik. Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu, berbicara, dan berbagi cerita secara langsung. Perjalanan ini masih panjang, dan saya siap untuk melangkah lebih jauh.